5 Fakta Uang Negara Dibelikan Produk Impor, Jokowi Marah hingga Sindir Menteri

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis
Minggu 03 April 2022 04:17 WIB
Jokowi marah karena barang impor (Foto: Setkab)
Share :

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal lantaran impor pengadaan barang dan jasa masih besar. Padahal, anggaran modal yang diberikan untuk pengadaan barang dan jasa cukup besar.

Berikut fakta banyaknya uang negara yang dibelikan produk impor yang dirangkum di Jakarta, Minggu (3/4/2022).

1. Perintahkan Penggunaan 40% APBN, APBD, serta Anggaran BUMN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan penggunaan 40% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta anggaran BUMN untuk belanja barang-barang buatan dalam negeri.

"Tidak usah muluk-muluk, dibelokkan 40% saja, 40% saja itu bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi kita dari pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah bisa 1,71%," kata Presiden Joko Widodo di Bali.

2. Dapat Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Presiden menyebutkan bila sebanyak 40% anggaran tersebut digunakan untuk belanja produk buatan dalam negeri maka belanja BUMN dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 0,4% dan dari belanja APBN dan APBD dapat mendorong pertumbuhan ekonomi 1,5 sampai 1,7%.

"Ini kan 2% lebih, tidak usah cari ke mana-mana, tidak usah cari investor, kita diam saja tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita kok tidak kita lakukan? Bodoh sekali kalau kita tidak melakukan ini," tegas Presiden.

3. Kementerian dan Pemda Diminta Tak Lanjutkan Tradisi Beli Barang Impor

Presiden Jokowi pun meminta agar kementerian dan pemda tidak melanjutkan tradisi untuk membeli barang-barang impor.

"Beli barang-barang impor mau kita terus-teruskan? Ndak. Ndak bisa. Kalau kita beli barang impor, bayangkan bapak ibu kita beri pekerjaan ke negara lain, duit kita, capital outflow keluar, pekerjaan ada di sana, bukan di sini," ungkap Presiden.

4. Presiden Jokowi Marah

Padahal bila kementerian, pemda dan BUMN membeli barang dalam negeri maka menurut Presiden, akan ada tambahan modal dan investasi oleh pengusaha dalam negeri sehingga dapat juga membuka lapangan pekerjaan.

"Tadi sudah dihitung, bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan, kalau ini tidak dilakukan sekali lagi, bodoh banget kita ini. Jangan tepuk tangan," kata Presiden mencegah tepuk tangan dari para hadiri yang hadir di tempat itu.

5. Belum Semua Pihak Berbelanja Produk Dalam Negeri

Presiden menyebut belum semua pihak benar-benar membelanjakan anggaran untuk produk dalam negeri.

"Kalau sudah Rp400 triliun lebih itu betul-betul semua mengerjakan (untuk produk dalam negeri) silakan semua tepuk tangan. Kita hanya minta 40% saja sampai Mei 2022. Tadi pagi saya cek baru Rp214 triliun," ungkap Presiden.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya