JAKARTA - Indonesia memiliki banyak perusahaan produsen alat tulis, seperti Faber-Castell. Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia Yandramin Halim mengatakan, sejak didirikan pada 1990, perusahaannya selalu mempertahankan kualitas produk dengan mutu tinggi dengan harga yang cukup terjangkau.
Namun, dia tak bisa memungkiri bahwa fenomena impor tidak bisa dihindarkan.
"Produk Faber-Castell memiliki sertifikasi Conformite Europene (CE) dan terbukti tidak beracun. Ini artinya produk kami berkualitas tinggi. Tapi memang ini kenapa, ini (Indonesia) masih lebih suka impor dan yang lebih murah," ujar Halim dalam media briefing di Jakarta, Sabtu (9/4/2022).
BACA JUGA:Pasukan Elite Kala Sakti Bagikan Pakaian dan Alat Tulis untuk Warga Papua di Perbatasan
Bahkan, produk Faber-Castell Indonesia banyak yang diekspor ke China.
Tapi, Halim tidak merinci jumlah atau nilainya, namun, produk yang diekspor tidak hanya pensil, ada juga alat tulis kreatif lain. H
Dia menjelaskan, pihaknya berhasil ekspor ke China bukan karena harga yang lebih murah, tapi karena kualitas yang lebih baik.
"Karena kalau harga sudah pasti mereka jauh lebih murah, tapi bagaimana kualitas alat tulis ini mendukung kreatifitas terutama pada anak-anak," ungkapnya.
BACA JUGA:Alasan RI Masih Impor Gas tapi Punya Cadangan Melimpah, Kenapa?
Menurutnya, sudah saatnya masyarakat menggunakan produk alat tulis yang berkualitas, bukan cuma soal harga yang murah.
"Saya kira ini harus didorong, harusnya masyarakat kita bisa mendapatkan produk dengan kualitas terbaik," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)