Ngeri! IMF Ramal Inflasi Negara Berkembang Tembus 8,7% Tahun Ini

Antara, Jurnalis
Jum'at 22 April 2022 10:37 WIB
Inflasi negara berkembang diprediksi tembus 8,7% tahun ini. (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Inflasi negara berkembang diprediksi bisa naik mencapai 8,7 persen pada tahun ini.

Hal itu diungkapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF), yang juga menyebut inflasi negara maju akan mencapai 5,7 persen.

Di mana penyebab dari kenaikan inflasi tersebut adalah invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi berikutnya atas konflik kedua negara yang menyebabkan gangguan tajam dalam pasar komoditas global.

 BACA JUGA:Wamenkeu Prediksi Inflasi Naik Jadi 4% di 2023

"Kenaikan harga energi dan pangan menambah tekanan inflasi di saat tekanan inflasi sudah cukup tinggi di banyak negara di dunia," kata First Deputy Managing Director IMF Gita Gopinath dalam Side Event G20, High Level Discussion yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (22/4/2022).

Dia pun mengatakan kalau sebelum invasi Rusia-Ukraina, inflasi telah meningkat secara signifikan di banyak negara.

Sehingga, banyak bank sentral mulai memperketat kebijakan moneter.

Adapun untuk suku bunga acuan diperkirakan akan naik lebih jauh sehingga menimbulkan risiko bagi negara berkembang jika terjadi pengetatan moneter yang sangat cepat di negara maju.

Serta dapat menyebabkan biaya pinjaman untuk negara berkembang dan ekonomi berkembang naik, serta adanya risiko arus modal keluar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya