JAKARTA - Pemerintah terus melakukan pembanguan food estate untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional pada tahun 2024. Bahkan hingga tahun 2045 ditargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihak terus memberikan dukungan dalam hal pembanguan saluran irigasi dan masalah pengairan. Sebab menurutnya kunci dari terwujudnya hal tersebut adalah ketersediaan air yang cukup.
Pengemabangan Food Estate saat ini bukan hanya berfokus pada di Pulau Jawa, beberpaa daerah lain di luar pulau Jawa tanahnya bakal digarap untuk memenuhi kebutuhan makan manusia. Salah satunya ada di Kabupaten Belu dan Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kunci kemajuan di NTT adalah air. Ketersediaan air dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan lainnya,” kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Kamis (16/6/2022).
Adapun saat ini penyediaan irigasi sprinkler yang airnya bersumber dari bendungan dilaksanakan pada Food Estate Kabupaten Belu. Terdapat 3 titik sumber air dari bendungan guna melayani lahan seluas 135 ha, yakni dari Bendungan Ratiklot dibangun sebanyak 150 unit sprinkler untuk lahan seluas 55 ha, Bendungan Haliwen dibangun 50 unit sprinkler untuk lahan seluas 20 ha, dan Bendungan Haekrit dibangun 200 unit sprinkler untuk lahan seluas 60 ha.
Selanjutnya untuk Food Estate Kabupaten Sumba Tengah, dukungan infrastruktur irigasi dilaksanakan pada wilayah utama FE 1 seluas 5.000 hektare (ha), dengan prioritas penanganan pada Daerah Irigasi (DI) Waibakul I seluas 241 ha, DI Waekabeti seluas 261 ha, DI Waipidi seluas 483 ha, dan DI Lokojange seluas 772 ha.