Bangun Lumbung Pangan, Menteri Basuki: Kunci Kemajuan Adalah Air

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 16 Juni 2022 13:16 WIB
Menteri Basuki (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah terus melakukan pembanguan food estate untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional pada tahun 2024. Bahkan hingga tahun 2045 ditargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihak terus memberikan dukungan dalam hal pembanguan saluran irigasi dan masalah pengairan. Sebab menurutnya kunci dari terwujudnya hal tersebut adalah ketersediaan air yang cukup.

Pengemabangan Food Estate saat ini bukan hanya berfokus pada di Pulau Jawa, beberpaa daerah lain di luar pulau Jawa tanahnya bakal digarap untuk memenuhi kebutuhan makan manusia. Salah satunya ada di Kabupaten Belu dan Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kunci kemajuan di NTT adalah air. Ketersediaan air dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan lainnya,” kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Kamis (16/6/2022).

Adapun saat ini penyediaan irigasi sprinkler yang airnya bersumber dari bendungan dilaksanakan pada Food Estate Kabupaten Belu. Terdapat 3 titik sumber air dari bendungan guna melayani lahan seluas 135 ha, yakni dari Bendungan Ratiklot dibangun sebanyak 150 unit sprinkler untuk lahan seluas 55 ha, Bendungan Haliwen dibangun 50 unit sprinkler untuk lahan seluas 20 ha, dan Bendungan Haekrit dibangun 200 unit sprinkler untuk lahan seluas 60 ha.

Selanjutnya untuk Food Estate Kabupaten Sumba Tengah, dukungan infrastruktur irigasi dilaksanakan pada wilayah utama FE 1 seluas 5.000 hektare (ha), dengan prioritas penanganan pada Daerah Irigasi (DI) Waibakul I seluas 241 ha, DI Waekabeti seluas 261 ha, DI Waipidi seluas 483 ha, dan DI Lokojange seluas 772 ha.

Pada tahun 2021 telah dilaksanakan peningkatan jaringan irigasi kiri Embung Lokojange seluas 225 ha, rehabilitasi 3 unit sumut bor, dan pembangunan 6 unit embung serbaguna yang saat ini telah selesai.

Dukungan infrastruktur dilanjutkan pada 2022 meliputi peningkatan jaringan irigasi embung Lokojange seluas 175 ha yang sudah terkontrak pada 4 Februari 2022, dan progres saat ini 18,4%.

Kemudian juga pekerjaan desain peningkatan bendung dan jaringan irigasi DI Mbewi di wilayah utama FE 1 yang saat ini progresnya sudah 90,14%, studi potensi ketersediaan air pada wilayah utama FE 1, dan pembangunan 8 titik sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Food Estate Sumba Tengah sebagai lumbung pangan dikembangkan bertahap dengan potensi hingga 10.000 ha.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya