Karena terbilang cukup berhasil dalam percobaan. Saya pada akhirnya mengembangkan usahanya tak hanya pada menu Mie Ayam, akan tetapi juga pada menu Bakso. "Alhamdulillah, pada menu tersebutpun juga cukup sukses. Hingga saat ini beliau dapat menjual lebih kurang lebih 18 kg Bakso, dan 14 kg Mie Ayam serta memiliki omset bersih rata rata 800 ribu rupiah dalam sehari", ujar Pak Gito.
Pak Gito juga menceritakan awalnya dari berjualan seorang diri dengan penuh peluh dan perjuangan, kini saya telah berhasil merekrut 4 kariyawan. Tak hanya itu, dengan penghasilan yang lebih dari cukup tersebut, saya masih sangat aktif sebagai anggota Paguyuban Warung Beres. Bahkan beliau jugalah yang mendorong teman lainya untuk menerapkan semua anjuran dan bimbingan dari setiap pendampingan dari Dompet Dhuafa.
Harapan saya dapat berhasil juga seperti halnya beliau. Selain itu, sebagai bentuk dorongan, saya juga menanamkan modalnya pada paguyuban agar dapat bermanfaat untuk usaha teman yang lainya.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada Dompet Dhuafa atas pendampingan dan bimbinganya selama ini hingga bisa seperti saat ini. harapan saya program-program seperti ini tetap terus dapat dijalankan dan dikembangkan. Sehingga semakin luas manfaat yang akan dirasakan oleh saudara-saudara lain yang mungkin memiliki nasib sama seperti saya dulu sebelum mandiri," ujar Pak Gito pada sesi akhir pertemuan.
(Karina Asta Widara )