JAKARTA – Event MotoGP Mandalika berdampak ekonomi cukup besar pada wilayah sekitar. Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan manfaat yang didapatkan dari adanya gelaran MotoGp mencapai Rp606 miliar.
"Dari event Moto GP telah memberikan multiplayer effect efek bagi perekonomian lokal mencapai Rp606 miliar," katanya dalam sambutannya secara virtual di acara Forum Investasi 5 Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo, NTT pada Jumat, (9/9/2022).
Luhut mengatakan bahwa selama pagelaran MotoGp tersebut jumlah keterisian kamar mencapai 24.768 kamar. Selain itu, Luhut juga mengatakan potensi penonton mencapai 100 ribu orang.
"Kita mampu memenuhi kebutuhan 25% kebutuhan ini, dan ini menjadi contoh potensi yang perlu dicermati," katanya.
Oleh sebab itu, Luhut mengatakan saat ini pemerintah fokus terhadap pengembangan lima DPSP bukan hanya sebagai destinasi pariwisata unggulan tetapi juga destinasi investasi prioritas.
Kelima DPSP tersebut yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara).
Luhut meminta kepada Menteri Investasi untuk menjaga kepercayaan kepada investor dan mendorong kemudahan berinvestasi dengan tetap memperhatikan lingkungan dan kearifan lokal.
"Kiranya Menteri Investasi dan Kepala Daerah agar dapat memfasilitasi percepatan realisasi investasi, meningkatkan promosi investasi, dan memberikan pemberian insentif kepada para investor yang akan masuk," kata Luhut.
Tidak hanya Menteri Investasi bersama kepala daerah, menurutnya, Luhut juga meminta kepada Menteri pariwisata untuk meningkatkan promosi pariwisata dan menyelenggarakan event secara masih.
"Kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar meningkatkan promosi pariwisata dan menyelenggarakan event secara masih, melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola destinasi," katanya.
Adapun Luhut mengatakan bahwa realisasi investasi pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai Rp 5,31 triliun pada 2020 hingga Q1-2022. Selain itu, Luhut mengatakan bahwa skor Travel and Tourism Development Index Indonesia meningkat dari 4,2 ke 4,4.
Dia mengatakan saat ini ranking Indonesia mengalami peningkatan dari sebelumnya di peringkat 44 saat ini menjadi peringkat 32 mengalahkan Thailand dan Malaysia.
"Untuk pertama kalinya Indonesia berada di atas Thailand dan Malaysia," kata Luhut.
Luhut mengatakan dengan adanya peningkatan ranking tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pariwisata di Indonesia untuk meyakinkan para investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)