JAKATA - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) masih dalam tahap uji coba terbatas. Adapun TMII sudah dibuka pada Minggu 20 November 2022 lalu setelah direvitalisasi.
Tak hanya usung wajah baru, TMII juga meningkatkan keselamatan pengunjung dengan menjalin kerja sama bersama PT Asuransi Jasaraharja Putera. Hal itu untuk menjadi penyedia jasa asuransi public
liability bagi pengunjung dengan mekanisme host to host, serta asuransi property all risk untuk aset-aset yang dapat dimanfaatkan bagi mitra yang beroperasi di sana.
“Jasaraharja Putera ingin memberikan penguatan terhadap hubungan kemitraan dengan PT TWC selaku pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam konteks pelaksanaan penutupan Asuransi Public Liability, yang merupakan salah satu fokus bisnis PT Jasaraharja Putera saat ini," kata Direksi Jasaraharja Putera Abdul Haris dari keterangan resmi dikutip Sabtu (26/11/2022).
BACA JUGA:Wajah Baru TMII, Wamen BUMN: Masyarakat Punya Opsi Menikmati Jakarta
Dengan memanfaatkan sinergi dan kolaborasi, Jasaraharja Putera atau
JRP Insurance kini telah menjadi mitra wajah baru TMII dengan mengembangkan Digital Tourism Service Platform atau sistem platform digital untuk branding produk destinasi wisata dan produk asuransi keselamatan wisatawan dalam satu platform digital.
“Saat ini, eksistensi TMII sebagai objek wisata berkelas international, dan sebagai partner PT Taman Wisata Candi Boroudur, Prambanan, dan Ratu Boko, kami Jasaraharja Putera berkomitmen memberikan perlindungan asuransi bagi pengunjung TMII terutama risiko meninggal dunia akibat kecelakaan, cacat tetap akibat kecelakaan serta biaya perawatan yang terjadi di wilayah TMII," tambah Direktur Pemasaran Jasaraharja Putera, Imam Hendrawan.
Pihaknya memastikan akan berkontribusi besar dalam kesalamatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Di mana wisatawan dijamin dapat memperoleh manfaat asuransi untuk keamanan dan kenyamanan saat berkunjung di TMII.
Sebagai informasi, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, meski dalam tahap uji coba terbatas, kawasan publik dan wisata itu sudah bisa diakses publik.
Dalam tahap uji coba terbatas, TWC dan Injourney selaku pengelola tetap menerapkan batas pengunjung. Pasalnya, proses revitalisasi masih akan dilakukan atau secara bertahap.
(Zuhirna Wulan Dilla)