JAKARTA - Tambang milik PT Nusa Alam Lestari dilaporkan meledak pada hari ini, Jumat (9/12/2022) di Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar).
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaluddin mengatakan operasional di site Nusa Alam Lestari juga sudah dihentikan sementara selama proses investigasi.
" Kegiatan operasional dapat dilaksanakan dengan aman dan selamat sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara nomor 06.E/37.04/DJB/2019 tanggal 15 Agustus 2019 perihal Surat Edaran Kewajiban Perusahaan terkait Tindak Lanjut Kecelakaan Tambang Berakibat Mati," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara
Ridwan Djamaluddin dikutip dari keterangan resmi di website minerba.esdm.go.id dikutip malam ini.
BACA JUGA:Ini Penyebab Ledakan di Tambang Milik Nusa Alam Lestari, 9 Orang Meninggal Dunia
Diketahui, dari ledakan ini ada 9 pekerja meninggal dunia, 3 orang luka ringan dan 1 orang mengalami luka bakar.
Sampai saat ini proses evakuasi oleh tim Nusa Alam Lestari masih terus berlangsung, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto, Basarnas, Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Sawahlunto, TNI, dan polisi.
Untuk investigasi dipimpin langsung oleh Koordinator Inspektur Tambang Provinsi Sumatera Barat telah tiba di lokasi ledakan untuk melakukan pemeriksaan awal.
(Zuhirna Wulan Dilla)