Meski proyek tersebut dijuluki sebagai proyek mobil nasional, namun pembuatan mobil tersebut tidak dilakukan di Indonesia. Melainkan di Korea Selatan dan dibuat oleh perusahaan KIA.
Mengenai hal itu, Tommy rupanya berencana untuk mengirimkan orang-orang Indonesia untuk bekerja di pabrik KIA di Korea Selatan. Sehingga proyek tersebut masih tepat disebut sebagai proyek mobil nasional.
Mobil Timor yang dianggap sebagai jelmaan KIA Serphia pun resmi diluncurkan di pasaran Indonesia pada 8 Agustus 1996 dengan harga Rp 37 juta, setengah dari mobil-mobil dengan kelas yang sama di pasaran.
Dengan harga yang teramat murah, mobil Timor tentu laku di pasaran bak kacang goreng. Tommy memang mendapatkan banyak cuan dari proyek ini, namun negara justru merugi karena kehilangan pendapatan pajak.
Kesuksesan mobil Timor ternyata hanya seumur jagung. Resesi 1997-1998 menjadi penyebab mobil Timor lengser. Di tambah lagi saat itu Soeharto juga turun jabatan.
Demikian Kisah Tommy Soeharto Berbisnis Mobil Timor.
(RIN)
(Rani Hardjanti)