2. Harga Pertamax Green 92
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hasil campuran Pertalite dan Etanol lebih mahal.
Maka itu pangsa pasar jenis bahan bakar ini hanya menyasar kalangan menengah atas alias orang kaya.
3. Pertamax Green 92 Ramah Lingkungan
Meski mahal, Erick memastikan Pertamax Green 92 menjadi aksi nyata untuk mengatasi polusi di DKI Jakarta dan beberapa wilaya di Indonesia.
Kan sudah diomongin sama Menteri ESDM, Pertamina juga sudah bicara. Kan waktu itu Pertamina bilang ini polusi. Kalau di negara lain ketika kendaraan masih dipakai, untuk mengurangi polusinya memakai apa? Biofuel, betul nggak? Kan itu. Kayak di Brazil, campuran bioetanol-nya itu masuk. Tapi kan harganya lebih mahal," ujar Erick saat ditemui wartawan, dikutip Selasa 5 September 2023.
4. Pertamax Green 92 Dijual Tahun Depan
Adapun targetkan Pertamax Green 92 bisa produksi pada tahun depan. Saat ini BUMN minyak dan gas bumi (migas) masih melakukan kajian mendalam, setelah itu akan diusulkan kepada pemerintah.
Di lain sisi, Erick menyebut pemerintah akan mengalami kesulitan, bila semua jenis BBM disubsidi negara.
"Nah kembali, kalau semuanya harus disubsidi, mungkin pemerintah sulit," katanya.
5. Perbedaan Pertalite dan Pertamax Green 92
Kadar oktan yang ada pada Pertalite adalah Ron 90 yang membuat Pertalite dapat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi mesin 9-10:1. Sedangkan untuk Pertamax Green 92 memiliki Ron 92 dengan campuran ethanol 7 persen yang ditujukan untuk kendaraan dengan nilai kompresi 12-13:1 untuk bisa bekerja secara maksimal. Dengan menggunakan etanol yang merupakan hasil fermentasi tumbuhan dianggap menjadi solusi mengurangi emisi dan impor minyak mentah yang semakin tinggi.
(Taufik Fajar)