JAKARTA - Komoditas kopi mendorong semangat anak muda untuk terjun di sektor pertanian. Kini banyak anak mudah yang menggeluti bisnis kopi tidak hanya di hilirinya, tapi juga dari hulu atau dari biji kopi.
Komunitas pertanian yang tegabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengungkapkan, memang mayoritas pelaku petani kopi masih orang-orang dewasa. Tapi beberapa komunitas atau petani perorangan sekarang justru pengelolanya anak muda.
"Untuk petaninya sendiri sebenarnya memang sudah pada berumur tapi ada beberapa juga dari kalangan anak muda yang sengaja untuk mengurus kebunnya sendiri. Di mana kebun itu milik keluarga dan adanya keinginan dari mereka untuk mengembangkan kebun tersebut," ujar Anggota Lembaga Alians Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Firman N Ikhwan kepada Okezone.
Dirinya mencontohkan, ada petani muda dari komunitas Banten Kidul. Dirinya mengurusi kebun kopinya sendiri.
"Nama kopinya sendiri adalah sabaki, bahkan inisiatornya anak muda. Terus ada lagi dari salah satu komunitas yang ada di Selawesi Selatan nama kopinya Awan Toraja dan di olah langsung oleh komunitas anak-anak muda," lanjutnya.
Jadi meskipun mayoritas sebagai petani adalah orang dewasa, tetap saja tidak menutup kemungkinan anak-anak muda sekarang mau ikut berkontribusi sebagai petani untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan sebuah usaha atau bisnis milik keluarganya.
Maka dari itu AMAN bermaksud menaungi beberapa komunitas atau petani kopi untuk ikut serta dalam melestarikan dan mengembangkan produk lokal kopi yang ada di Indonesia. Hal ini juga merupakan sebagai bentuk perjuangan untuk menunjukan identitas masyarakat para petani kopi.
(Feby Novalius)