JAKARTA - Perusahaan analisa big data dan artificial intelegent (AI) terkemuka berbasis di Uni Emirat Arab (UAE), Presight AI Holding Ltd (Presight) dan TOTM Technologies Limited (TOTM) yang berbasis di Singapura sebagai holding company dari PT International Biometrics Indonesia (InterBio) menjalin kemitraan strategis dengan membentuk joint venture melalui anak perusahaan masing-masing untuk pengembangan dan implementasi teknologi .
Kerjasama itu menandai kolaborasi yang semakin erat antara penyedia teknologi yang terdaftar di Bursa Saham Abu Dhabi (ADX) dan penyedia teknologi sistem identitas kependudukan dari Singapura yang terdaftar di Bursa Saham Singapura (SGX).
“Kerjasama dan kolaborasi ini merupakan tonggak penting dalam bagian dari transformasi digital seiring dengan ambisi InterBio di dalam memperluas produk dan solusi identitas digital berbasis biometrik. Dengan adanya kemitraan strategis antara Presight x TOTM/InterBio, hal ini akan lebih mudah terwujud dan memberikan nilai lebih dengan standar internasional,” ujar Komisaris InterBio, Irawan Mulyadi, Kamis (2/11/2023).
InterBio merupakan perusahaan asal Indonesia yang telah sukses mengembangkan teknologi sistem identitas kependudukan dan E-KYC berbasis biometrik dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dan telah berhasil dalam mendukung program identitas kependudukan nasional dengan lebih dari 200 juta warga telah terdaftar. Melalui joint venture ini, teknologi Indonesia siap untuk mendunia.
Perusahaan joint venture ini memanfaatkan kemampuan Presight dalam big data AI, data analytics dan cloud on-demand yang digabungkan dengan kemampuan TOTM sehingga dapat membantu pemerintahan sebuah negara atau perusahaan untuk mengimplementasikan teknologi sistem identitas kependudukan dan E-KYC secara lebih cepat, investasi yang lebih rendah, dan dapat menghasilkan potensi pendapatan.
Bagi pemerintahan sebuah negara, joint venture tersebut menawarkan konsep PPP (Public-Private Partnership). Kemitraan sektor publik dan swasta itu bahkan memungkinkan transformasi digital yang akan menambah pendapatan negara.
Sementara itu, CEO Presight Thomas Pramotedham, mengatakan "Kami sangat antusias untuk bermitra dengan TOTM untuk mengembangkan, mengintegrasikan, dan mengimplementasikan solusi AI biometrik di sektor keamanan publik, kesehatan, dan fintech di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara.
Kemitraan ini memiliki posisi yang unik untuk dapat lebih mendukung para klien dalam perjalanan transformasi digital mereka, dan meningkatkan ekosistem digital untuk memberikan nilai jangka panjang dan berkelanjutan dengan teknologi gabungan antara Presight dan TOTM. Platform identitas digital yang kuat dan dinamis adalah pondasi yang penting untuk mengembangkan tatanan digital yang lebih kuat dan inklusif, lebih aman, dan lebih tangguh.
TOTM telah mengapresiasi dan memperkuat nilai dan mengokohkan platform teknologi untuk manajemen identitas dan biometrik.
Di sisi lain, CEO & Executive Director of TOTM Technologies Pierre Prunier juga menyambut baik pendirian joint venture ini.
"Kami sangat bangga mengumumkan kemitraan ini dengan Presight, yang merupakan tonggak penting dalam perjalanan TOTM pada saat teknologi kami diterima dengan baik untuk memudahkan negara-negara beralih ke sistem identitas nasional berbasis digital melalui adopsi model kemitraan sektor publik dan swasta,” ujarnya.
Pendirian entitas joint venture ini akan memungkinkan Presight dan TOTM untuk mengatasi masalah yang timbul dari arsitektur teknologi informasi (ICT) yang ketinggalan zaman, bersiap mengadopsi dan menyesuaikan diri dengan teknologi dan imperatif sosial yang muncul, serta memungkinkan implementasi dan operasi yang hemat biaya. Selain itu juga akan memperluas jangkauan dan manfaat identitas digital yang lebih besar bagi pemerintahan dan warganya.
(Feby Novalius)