JAKARTA - Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menekankan target pertumbuhan ekonomi 8% di era kepemimpinan Prabowo-Gibran. Hal ini dia sampaikan saat memberikan Key Note di ASEAN Business and Investment Summit 2024.
"Pemerintahan baru Indonesia berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dengan berfokus pada program-program utama yang memprioritaskan ketahanan energi, ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur," papar Anindya yang juga menjabat sebagai Chairman of APEC BAC & Chairman of ASEAN BAC, Kamis (10/10/2024).
Dalam paparannya, Anindya juga membahas soal masa depan ekonomi ASEAN. Dia menjabarkan, ASEAN diproyeksikan menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan jumlah penduduk 671 juta jiwa dan PDB tahun 2022 sebesar USD3,6 triliun.
"Prospek ekonomi ASEAN tahun 2024 tetap kuat, didorong oleh permintaan domestik yang terus meningkat dan tingkat pertumbuhan yang solid sebesar 5,7% pada tahun 2022, yang menunjukkan ketahanannya," ungkapnya.
Selama satu dekade terakhir, ASEAN telah mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 4,4%. Dia mencatat, Singapura dan Indonesia memainkan peran penting dalam menarik investasi langsung asing (FDI) yang signifikan, memperkuat posisi mereka sebagai pusat kekuatan ekonomi regional.
"Lintasan pertumbuhan ASEAN tetap menjanjikan, dengan permintaan domestik yang tangguh dan peningkatan ekspor barang dan jasa yang diharapkan,beberapa bank sentral di kawasan ini diantisipasi akan melonggarkan kebijakan moneter pada tahun 2024, memberikan stimulus ekonomi lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan," imbuh dia.
Sebagai tujuan investasi terkemuka di ASEAN, lanjutnya, Indonesia memanfaatkan lokasi strategis, sumber daya alam, dan sikap non-bloknya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan.
Dia meyakini Indonesia adalah tujuan investasi terbesar kedua di ASEAN, yang diuntungkan oleh ukurannya yang signifikan, lokasi yang strategis, dan sumber daya alam yang melimpah, sehingga memposisikannya sebagai kekuatan ekonomi yang tangguh.
"Dengan tingkat pertumbuhan PDB rata-rata 8% yang diproyeksikan pada tahun 2045, Indonesia bertujuan untuk mencapai status berpendapatan tinggi dan menjadi ekonomi terbesar ke-4 secara global, sementara juga berfokus untuk menjadi pemimpin dalam praktik berkelanjutan, dengan potensi energi terbarukan yang besar dan kontribusi pertanian yang signifikan terhadap ketahanan pangan global," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)