7 Bank Bangkrut di Indonesia, Ini Biang Keroknya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 10 Januari 2026 11:01 WIB
7 Bank Bangkrut di Indonesia, Ini Biang Keroknya (Foto: Freepik)
Share :



Di sisi lain, OJK mencatat kinerja industri BPR dan BPRS tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2025, meskipun ada penutupan tujuh BPR/BPRS selama tahun tersebut.

Dian memaparkan bahwa total aset BPR-BPRS tumbuh sebesar 5,38 persen year on year (yoy) per November 2025.

Pertumbuhan aset didukung oleh penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 5,48 persen yoy pada periode yang sama menjadi sebesar Rp176,66 triliun.

Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan yang baik, yakni sebesar 5,07 persen yoy menjadi sebesar Rp167,7 triliun.

Kinerja industri BPR-BPRS juga tetap terjaga dengan rasio capital adequacy ratio (CAR) untuk BPR dan BPRS masing-masing sebesar 29,32 persen dan 19,01 persen, berada di atas threshold sesuai ketentuan.

Meskipun rasio non-performing loan (NPL) terpantau mengalami sedikit peningkatan secara tahunan (yoy), Dian menilai bahwa risiko kredit pada industri BPR-BPRS tetap manageable.

Terkait dengan upaya konsolidasi BPR-BPRS, Dian mengatakan bahwa proses penggabungan atau merger antara BPR terus mengalami penambahan dan masih berlangsung hingga saat ini.

“OJK juga telah menyampaikan surat kepada pemerintah daerah untuk mendukung langkah-langkah strategis melalui upaya konsolidasi dan sinergi, sebagaimana Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR-BPRS untuk memperkuat peran BPR-BPRS dan BPD sebagai penggerak perekonomian daerah,” kata Dian.

Sebagai informasi, jumlah BPR-BPRS yang ditutup sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20 BPR-BPRS.

Ketujuh BPR-BPRS yang ditutup pada 2025 antara lain BPRS Gebu Prima, BPR Dwicahaya Nusaperkasa, BPR Disky Suryajaya, BPRS Gayo Perseroda, BPR Bumi Pendawa Raharja, BPR Artha Kramat, dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa.

Adapun dua BPR terakhir, yakni BPR Artha Kramat dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa, ditutup berdasarkan permintaan dari pemegang saham. Sedangkan sisanya ditutup karena gagal untuk melakukan upaya penyehatan bank.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya