Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.888 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 20 Februari 2026 16:08 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 6 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.888 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026).

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bulan Januari, yang diterbitkan pada hari Rabu, menunjukkan nada yang hati-hati namun cenderung hawkish.

"Risalah tersebut memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi. Hal itu membuat Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Sementara itu Data ekonomi AS yang optimis menguatkan Dolar AS dan menambah tekanan pada harga emas. Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 206 ribu untuk minggu yang berakhir pada 14 Februari, jauh di bawah perkiraan 225 ribu dan turun dari 229 ribu sebelumnya.

Kemudian, Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia naik menjadi 16,3 pada bulan Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan membaik dari 12,6 pada bulan Januari.

Risiko geopolitik yang terkait dengan ketegangan AS-Iran yang sedang berlangsung tetap tinggi meskipun ada pembicaraan tingkat tinggi awal pekan ini. CBS News melaporkan pada Kamis pagi bahwa militer AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran. Laporan ini menyusul peningkatan signifikan kekuatan militer AS di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis juga mengatakan bahwa Iran memiliki waktu maksimal 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya, menurut Bloomberg. Trump menambahkan bahwa "hal-hal yang sangat buruk akan terjadi" jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dengan Iran dan AS akan mendapatkan kesepakatan dengan cara apa pun.

 

Fokus pasar hari ini adalah pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat (Q4), Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dan data Indeks Manajer Pembelian Global S&P (PMI), yang akan dirilis malam nanti.

Dari sentimen domestik, pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati dokumen perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance, Jumat ini. Perjanjian tersebut diteken langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Dalam perjanjian itu, tertuang sejumlah komitmen kerja sama antara kedua negara yang melingkupi 11 nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, hingga komitmen pembelian energi dan pesawat.

Penandatanganan dokumen utama bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US–Indonesia Alliance dilakukan di Washington DC, menandai babak baru hubungan ekonomi dua negara yang selama ini ditopang perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis Indo-Pasifik.

Perjanjian ini akan menjadi tonggak bersejarah dalam kemitraan RI-AS, memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global. Lebih jauh,

Prabowo dan Trump menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung agar implementasinya berdampak nyata terhadap perekonomian.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.880 - Rp16.910 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya