- India sebesar USD169.724.988 atau 2,20 persen. Impor dilakukan dalam volume terbatas, terutama melalui jalur tidak langsung, di tengah kendala geopolitik.
- Irak sebesar USD126.768.064 atau 1,65 persen melalui perdagangan energi lintas batas guna memenuhi kebutuhan bahan bakar dan listrik.
Di tengah konflik Timur Tengah, harga minyak dunia melonjak lebih dari 8 persen pada perdagangan awal pekan dan menyentuh level tertinggi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Serangan dilaporkan merusak sejumlah kapal tanker. Sejumlah pemilik kapal, perusahaan minyak besar, dan perusahaan perdagangan menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair melalui Selat Hormuz.
Analis Citigroup (Citi) memperkirakan harga minyak mentah Brent bergerak di kisaran USD80–USD90 per barel dalam sepekan ke depan pada skenario dasar. Namun, harga diproyeksikan kembali ke level USD70 per barel apabila terjadi deeskalasi konflik.
(Feby Novalius)