Dalam laporannya, Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tekanan terhadap anggaran, antara lain, dipicu oleh peningkatan belanja pemerintah, termasuk program MBG yang diperkirakan mencapai sekitar 1,3 persen dari PDB.
Meski outlook diturunkan, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB, atau masih dalam kategori layak investasi. Lembaga itu menilai stabilitas makroekonomi Indonesia masih relatif terjaga, dengan rasio utang pemerintah yang moderat serta prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat.
(Feby Novalius)