Harga Plastik Naik, Waspada Kelangkaan 50 Hari ke Depan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 08 April 2026 07:07 WIB
Harga Plastik Naik, Waspada Kelangkaan 50 Hari ke Depan (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mewanti-wanti kelangkaan kemasan plastik di pasaran dalam 50 hari ke depan. Kekhawatiran kelangkaan plastik menyusul kesulitan memperoleh bahan baku plastik berupa nafta yang banyak dipasok negara Timur Tengah.

Di sisi lain, harga plastik naik disebabkan harga bahan baku plastik, yaitu nafta, senyawa hidrokarbon hasil turunan minyak bumi, naik hampir 45% dalam satu bulan terakhir. Kenaikan harga ini disebabkan konflik Timur Tengah imbas perang AS-Israel vs Iran.

Di dunia industri, gabungan pengusaha makanan dan minuman melaporkan harga plastik kemasan sudah naik hingga 50%. Di sisi lain, perusahaan yang bergerak dalam rantai industri petrokimia dan plastik mengatakan sedang dalam mode bertahan.

 Pelaku industri plastik lantas bertahan melakukan produksi berdasar bahan baku tersisa secara terbatas.

"Karena memang barangnya (bahan baku plastik) yang ada terbatas karena itu kami antisipasi jangan sampai 50 hari ke depan tuh habis di tengah jalan," kata Sekjen Inaplas Fajar Budiono kepada Okezone, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

 

Kepada konsumen, Fajar mengimbau agar penggunaan plastik seminimal mungkin. Sebab, kelangkaan bahan baku yang memicu inflasi harga kemasan plastik belum tahu bakal berlangsung sampai kapan, menyusul ketidakpastian global.

"Jadi jangan sampai berlebihan juga untuk menggunakan plastik, contoh kalau kita belanja ya sudah kita tidak harus semua sudah pakai kantong plastik secara berlebihan. Kami harus benar-benar jaga stok sehingga kami mau minta kepada pengguna ya harus belanja sesuai dengan kebutuhannya saja," katanya.

Fajar menekankan soal produsen dalam kondisi yang tak ingin bertaruh risiko bisnis. Fajar menekankan para produsen belum berani menambah stok bahan baku untuk memproduksi plastik di saat harga sedang tinggi-tingginya seperti saat ini. Kalkulasi bisnis ini merujuk pada sejarah krisis periode 1998 dan 2008.

Adapun merujuk Trading Economics, bahan baku plastik berupa nafta naik (1,08 persen) menjadi 995,66 USD/T pada 6 April 2026. Selama sebulan terakhir, harga Naftha telah naik 27,77 persen, dan naik 86,31 persen dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu.

Baca selengkapnya: Waspada Plastik Langka di Indonesia Usai Harga Melonjak

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya