Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Plastik Langka di Indonesia Usai Harga Melonjak

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 07 April 2026 |09:13 WIB
Waspada Plastik Langka di Indonesia Usai Harga Melonjak
Waspada Plastik Langka di Indonesia Usai Harga Melonjak (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mewanti-wanti kelangkaan kemasan plastik di pasaran. Kekhawatiran ini menyusul kesulitan memperoleh bahan baku plastik berupa nafta yang banyak dipasok negara Timur Tengah.

Eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang masih meruncing mengakibatkan tersendatnya distribusi rantai pasok produksi plastik dari Timteng, seiring diblokadenya Selat Hormuz. Pelaku industri plastik lantas bertahan melakukan produksi berdasar bahan baku tersisa secara terbatas.

"Karena memang barangnya (bahan baku plastik) yang ada terbatas karena itu kami antisipasi jangan sampai 50 hari ke depan tuh habis di tengah jalan," kata Sekjen Inaplas Fajar Budiono kepada Okezone, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Kepada konsumen, Fajar mengimbau agar penggunaan plastik seminimal mungkin. Sebab, kelangkaan bahan baku yang memicu inflasi harga kemasan plastik belum tahu bakal berlangsung sampai kapan, menyusul ketidakpastian global.

"Jadi jangan sampai berlebihan juga untuk menggunakan plastik, contoh kalau kita belanja ya sudah kita tidak harus semua sudah pakai kantong plastik secara berlebihan. Kami harus benar-benar jaga stok sehingga kami mau minta kepada pengguna ya harus belanja sesuai dengan kebutuhannya saja," katanya.

Fajar menekankan soal produsen dalam kondisi yang tak ingin bertaruh risiko bisnis. Fajar menekankan para produsen belum berani menambah stok bahan baku untuk memproduksi plastik di saat harga sedang tinggi-tingginya seperti saat ini. Kalkulasi bisnis ini merujuk pada sejarah krisis periode 1998 dan 2008.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement