Pengiriman Sapi dari Jawa Timur ke Jakarta Bakal Gunakan Kereta Api

Feby Novalius, Jurnalis
Minggu 10 Mei 2026 19:01 WIB
Pengiriman hasil bumi dan hewan ternak bakal menggunakan moda transportasi kereta api. (Foto: Okezone.com/KAI Logistik)
Share :

JAKARTA – Pengiriman hasil bumi dan hewan ternak bakal menggunakan moda transportasi kereta api, untuk meningkatkan efisiensi pengiriman logistik dari daerah produksi menuju wilayah konsumsi. Pengiriman tahap awal akan difokuskan untuk komoditas sapi dari Banyuwangi, Jawa Timur menuju Jakarta.

Pengembangan distribusi ini dilakukan melalui kerja sama antara PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dan Bogantara Indo Transport. Skema tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan angkutan logistik untuk komoditas pangan dan peternakan yang selama ini lebih banyak menggunakan transportasi darat.

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan pengangkutan hasil bumi dan ternak menjadi tantangan baru karena membutuhkan penyesuaian sarana angkut dan sistem distribusi yang berbeda dibanding logistik umum.

“Komoditas pangan dan ternak membutuhkan penanganan khusus, sehingga diperlukan penyesuaian pada sistem pengangkutan termasuk pengembangan gerbong dan kontainer yang disesuaikan untuk distribusi dalam jumlah besar,” ujar Yuskal, Minggu (10/5/2026). 

Pada tahap awal, pengiriman akan dilakukan melalui rute Stasiun Ketapang, Banyuwangi menuju Stasiun Jakarta Gudang. Selain sapi, peluang pengangkutan komoditas pangan lainnya juga masih terbuka mengikuti kebutuhan pasar.

Moda kereta api dinilai memiliki kapasitas angkut lebih besar dibandingkan angkutan jalan raya. Dalam satu rangkaian perjalanan, distribusi ternak dapat dilakukan dalam jumlah ratusan ekor sekaligus.

Selain kapasitas, waktu tempuh pengiriman juga menjadi pertimbangan. Estimasi perjalanan dari Jawa Timur menuju Jakarta diperkirakan sekitar 26 jam, lebih singkat dibandingkan distribusi menggunakan jalur darat yang dipengaruhi kondisi lalu lintas dan perjalanan antardaerah.

“Durasi pengiriman yang lebih singkat penting untuk menjaga kondisi ternak agar tetap stabil selama perjalanan hingga tiba di lokasi tujuan,” kata Yuskal.

Ke depan, skema distribusi ini masih akan dievaluasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan operasional serta standar keselamatan pengangkutan komoditas pangan dan peternakan.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya