Khudori mengatakan, ada beberapa dampak yang dihadapi oleh sektor pertanian dari pelemahan nilai tukar dan konflik yang terus berlangsung di timur tengah. Seperti biaya belanja BBM alat mesin pertanian menjadi meningkat karena pemerintah menaikkan harga BBM industri mengikuti harga minyak dunia.
Belanja BBM yang meningkat tadi kemudian membuat ongkos distribusi hasil pertanian juga ikut mengalami kenaikan. Sebab perusahaan perlu mempertimbangkan margin dan cash flow untuk menyikapi beban biaya operasi yang dikeluarkan.
"Kalau stabilitas nilai tukar lebih terjaga dan volatilitasnya tidak terlalu tinggi, itu sebenarnya bisa menjadi bantalan menghadapi gejolak di Timur Tengah. Itu menunjukkan fondasi ekonomi domestik kita perkuat," kata Khudori.
(Dani Jumadil Akhir)