Sebanyak 20 konter check-in khusus disiapkan bagi jemaah umrah sehingga proses pelaporan keberangkatan dan drop baggage jemaah umrah dilakukan secara terpisah dari penumpang reguler. Fasilitas ini diperuntukan agar proses keberangkatan lebih cepat dan nyaman.
Di samping itu, petugas bandara secara khusus berfokus memberikan layanan jemaah haji dan umrah, karena tidak ada penumpang reguler di terminal ini.
Adapun sejalan dengan Surat Edaran Nomor SE DJPU 12 Tahun 2026, maskapai penerbangan yang melayani jemaah umrah rombongan akan menerapkan skema split operation secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pada tahap awal yakni mulai 1 Juli 2026, jemaah umrah yang menggunakan maskapai Long Air, Hainan Airlines, dan Saudia Airlines akan memproses keberangkatan melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F.
Tahap berikutnya mulai 8 Juli 2026 mencakup jemaah umrah yang berangkat dengan maskapai Scoot dan Turkish Airlines. Kemudian, mulai 15 Juli 2026 mencakup jemaah umrah dengan maskapai Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates, dan Etihad Airways.
Heru Karyadi menjelaskan tahapan ini untuk memastikan proses transisi operasional berjalan optimal serta memberikan waktu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyesuaikan proses pelayanan kepada jemaah.