Dari sisi aplikasi, material dengan karakter visual tersebut dinilai dapat digunakan pada berbagai konsep interior, seperti klasik, kontemporer, hingga minimalis modern. Penggunaannya juga dapat diterapkan pada berbagai area hunian, mulai dari ruang tamu, dapur, kamar mandi, hingga teras.
Selain hunian, material dengan efek visual yang dipengaruhi pencahayaan juga dinilai berpotensi diterapkan pada sejumlah ruang komersial, seperti kafe dan toko ritel, yang mengedepankan pengalaman visual bagi pengunjung.
Jali menilai tren desain interior ke depan akan semakin mengarah pada penggunaan material yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu membangun karakter dan suasana ruang.
"Kami melihat desain interior akan semakin mengarah pada material yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mampu memberikan karakter dan suasana pada ruang. Karena itu, pengembangan desain menjadi bagian penting untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang," tutupnya.
Seiring berkembangnya tren hunian yang semakin personal, penggunaan material dengan karakter visual yang dapat berinteraksi dengan pencahayaan diperkirakan akan semakin diminati. Material pelapis lantai maupun dinding kini tidak hanya dipilih berdasarkan fungsi, tetapi juga sebagai bagian dari elemen desain yang membentuk suasana sebuah ruang.
(Feby Novalius)