Kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan tidak hanya berkaitan dengan pangan, tetapi juga kebutuhan dasar bagi kelompok rentan dan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian. Karena itu, bantuan PNM Peduli disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan tersebut, mulai dari roti dan biskuit, bubur dan susu bayi, popok, pembalut, hingga sabun.
Pada Senin (17/8/2026), bantuan PNM Peduli diberangkatkan menuju wilayah terdampak untuk selanjutnya didistribusikan melalui koordinasi tim PNM di lapangan. Sebanyak 147 paket bantuan dengan total nilai Rp144.000.000 disalurkan kepada 1.347 penerima manfaat di 8 titik pengungsian/wilayah terdampak.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat selama berada dalam situasi darurat. Selain kebutuhan pangan, perhatian juga diberikan terhadap kebutuhan bayi, perempuan, serta kebutuhan kebersihan yang menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi masyarakat selama berada di lokasi pengungsian.
“Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat dapat berubah dengan cepat. Karena itu, PNM Peduli tidak hanya berfokus pada pengiriman bantuan, tetapi terlebih dahulu melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap bantuan yang diberikan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan Insan PNM yang terdampak,” ujar Made Dwantara Wijaya, Pemimpin PNM Cabang Denpasar.
Selain masyarakat terdampak, PNM juga terus memastikan kondisi Insan PNM di wilayah bencana tetap menjadi perhatian. Dari proses koordinasi yang dilakukan, sebanyak 792 karyawan telah berhasil dikonfirmasi kondisinya, sementara pemantauan terhadap kebutuhan dan kondisi karyawan di wilayah terdampak terus dilakukan.