Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association

Agustina Wulandari , Jurnalis
Jum'at 21 Agustus 2026 10:49 WIB
Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association. (Foto: dok Pegadaian)
Share :

Sebagai salah satu produsen emas terbesar, Indonesia memiliki pondasi geologis yang sangat kuat untuk menjadi pusat pasar bullion. Namun, selama ini potensi tersebut belum teroptimalkan karena belum adanya lembaga tunggal yang menyatukan para pelaku usaha dan menetapkan standar industri yang seragam. 

IBMA hadir untuk mengisi ruang kosong tersebut. Bertindak sebagai mitra strategis regulator, asosiasi ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dari hulu hingga ke hilir, meliputi sektor, Pertambangan, Jasa Keuangan, serta Pemurnian (Refinery), Manufaktur & Jasa Pendukung Bisnis Lainnya sejalan dengan tujuan Asta Cita pemerintah.

Saat ini yang telah bergabung di dalam IBMA adalah PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi, Tbk. (HRTA) , UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, serta PT Central Mega Kencana (CMK yang menaungi Merek Perhiasan Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler) dan PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels) serta PT Laku Emas Indonesia. 

Pemerintah Republik Indonesia menempatkan pengembangan pasar bullion sebagai pilar kunci transformasi ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029, sejalan dengan agenda hilirisasi dalam visi Asta Cita.

Produksi Emas Indonesia Peringkat ke-10 Dunia

Berdasarkan data World Gold Council, produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai 104 ton, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 dunia. Potensi hulu yang melimpah ini didukung oleh tren global, di mana permintaan investasi emas melalui ETF serta pembelian emas batangan dan koin terus melonjak ke level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Melalui integrasi IBMA, proses hilirisasi komoditas emas dipastikan berjalan lebih cepat, instrumen keuangan berbasis emas (seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas) akan semakin beragam, serta tercipta deeper market dengan tingkat likuiditas yang jauh lebih tinggi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya