Ade Jona mengatakan Hipmi siap mengambil peran dengan memanfaatkan jaringan pengusaha muda di seluruh Indonesia untuk mengidentifikasi produk dan perusahaan potensial yang dapat didorong memasuki pasar Eropa.
Ia juga menekankan agar manfaat IEU-CEPA tidak hanya dinikmati perusahaan besar. Pengusaha daerah dan UMKM yang memiliki kapasitas perlu dipersiapkan menjadi eksportir langsung maupun masuk ke rantai pasok perusahaan berorientasi ekspor.
“Ukuran keberhasilannya nanti bukan sekadar berapa persen ekspor meningkat. Kita harus melihat apakah lahir eksportir baru, apakah UMKM naik kelas, apakah perusahaan menengah Indonesia berkembang menjadi pemain global, dan apakah investasi yang masuk memperkuat industri dalam negeri,” kata Ade Jona.
“IEU-CEPA membuka pintu yang besar. Sekarang tugas kita memastikan pengusaha Indonesia memiliki kapasitas untuk masuk, bersaing, dan tumbuh di pasar global,” tutupnya.
(Feby Novalius)