IEU-CEPA Dipercepat, Pengusaha: Produk Indonesia Semakin Banyak Masuk Eropa

Feby Novalius, Jurnalis
Minggu 23 Agustus 2026 09:05 WIB
Percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). (Foto: Okezone.com/Hipmi)
Share :

JAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) merespons percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan tersebut dinilai membuka peluang baru bagi perdagangan, investasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Ade Jona Prasetyo menilai IEU-CEPA tidak boleh dilihat sebatas penurunan tarif. Bagi Indonesia, kesepakatan tersebut harus menjadi momentum untuk memperluas basis ekspor, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendorong lebih banyak perusahaan Indonesia masuk ke pasar global.

“Kami menyambut positif percepatan IEU-CEPA. Setelah akses pasar semakin terbuka, target kita bukan hanya menjual lebih banyak barang ke Eropa. Kita ingin semakin banyak perusahaan Indonesia yang naik kelas, memiliki standar global, dan membangun jaringan bisnis internasional,” ujar Ade Jona, Minggu (23/8/2026).

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA selesai pada semester II-2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027. Kesepakatan tersebut diproyeksikan menghapus tarif pada lebih dari 98 persen pos tarif. Nilai perdagangan barang Indonesia dan Uni Eropa tercatat sekitar €27,3 miliar pada 2024.

Menurut Ade Jona, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk unggulan Indonesia, mulai dari kopi, kakao, karet, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, produk perikanan, furnitur, hingga komponen listrik dan elektronik.

Namun, ia mengingatkan bahwa terbukanya pasar belum otomatis meningkatkan ekspor. Pasar Eropa memiliki standar tinggi terkait kualitas, sertifikasi, traceability, keamanan produk, hingga keberlanjutan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya