JAKARTA - Kementerian Transmigrasi mentransformasi kebijakan transmigrasi nasional menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan kawasan terintegrasi berbasis potensi industri, ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja.
Langkah pembaruan ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sekaligus merespons dinamika disrupsi rantai pasok global.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa arah kebijakan transmigrasi nasional kini dinaikkan ke level global untuk menjawab dinamika geopolitik dan tantangan ekonomi dunia.
Transformasi ini menempatkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Hari ini kita membawa transmigrasi ke level yang lebih tinggi lagi, dari persoalan lokal menjadi persoalan global karena ada demand dalam konteks geopolitik dan tantangan ekonomi global. Yang dibutuhkan saat ini adalah pembangunan ekonomi yang memberikan makna dan ekosistem yang membuka pekerjaan lebih baik serta meningkatkan pendapatan masyarakat," ujar Iftitah dalam acara Transmigration Executive Dialogue, di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Iftitah menjelaskan adanya perubahan fundamental dalam paradigma pelaksanaan program. Jika pola lama hanya berfokus pada pemindahan penduduk secara sporadis baru kemudian mencari peluang usaha, pendekatan modern Kementerian Transmigrasi membalik alur tersebut dengan memetakan potensi ekonomi, membangun basis industri, menyiapkan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta membuka lapangan kerja sebelum proses penempatan warga dilakukan.
Strategi ini diwujudkan melalui lima program pilar, yakni Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong.
Pemerintah memastikan pengelolaan tata ruang dan aset lahan transmigrasi dikawal secara ketat agar memiliki nilai tambah ekonomi tinggi serta terhindar dari penyalahgunaan. Optimalisasi lahan kini diarahkan untuk berbagai sektor produktif, mulai dari pertanian modern, kawasan pertambangan, hingga destinasibpariwisata.