JAKARTA - Industri kripto memasuki fase baru ketika semakin banyak institusi keuangan tradisional mulai terkoneksi dengan aset digital dan teknologi blockchain.
Perkembangan ini menjadi peluang besar, namun sekaligus menjadi tantangan dalam membawa kripto semakin dekat dengan sistem keuangan mainstream tanpa menghilangkan kecepatan inovasi dan prinsip keterbukaan. Saat ini terdapat 22,69 juta pengguna kripto per Juni 2026.
CEO Indodax William Sutanto melihat tokenisasi menjadi salah satu jembatan paling konkret antara kedua dunia tersebut. Aset finansial tradisional kini semakin memungkinkan untuk direpresentasikan secara on-chain, membuka peluang bagi investor kripto maupun institusi perbankan saat ini untuk berinteraksi serta bertransaksi dalam ekosistem yang sama.
“Ketika aset tradisional mulai masuk ke blockchain, batas antara traditional finance dan kripto menjadi semakin tipis. Ini membuka peluang yang besar, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, regulasi, dan infrastruktur yang mampu menghubungkan kedua ekosistem tersebut,” ujar William dalam keterangannya, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, perubahan tersebut juga terlihat dari profil investor yang semakin matang. Jika sebelumnya kripto banyak diasosiasikan dengan spekulasi dan pergerakan pasar jangka pendek, kini semakin banyak investor dengan pemahaman yang lebih baik, serta banyak institusi melihatnya sebagai bagian dari pilihan investasi yang lebih luas.
Di tengah meningkatnya keterlibatan institusi, William juga menilai regulasi tetap menjadi elemen fundamental bagi perlindungan konsumen dan kepercayaan pasar. Ia juga melihat bahwa laju perkembangan industri kripto berlangsung lebih cepat dibandingkan sistem keuangan tradisional.
“Kripto dan blockchain pada dasarnya merupakan playground yang besar bagi inovasi di sektor finansial. Ruang inilah yang menjadi salah satu alasan industri ini bisa berkembang begitu cepat. Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan agar regulasi tetap memberikan perlindungan, sekaligus memberi ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru secara terarah,” jelasnya.