Kemarahan Presiden dipicu oleh dampak Karhutla yang dinilai sudah melampaui batas. Selain sanksi administratif, Prabowo juga menginstruksikan pendalaman mengenai siapa pemilik sebenarnya di balik korporasi-korporasi tersebut.
"Ini sudah kelewatan, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)