JAKARTA - Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, mempunyai kekayaan alam yang melimpah. Nikel menjadi salah satu sumber daya yang membuat wilayah ini masuk dalam peta industri nasional.
Akan tetapi, di balik aktivitas pertambangan dan pengolahan nikel, ada cerita lain di daerah tersebut yaitu Desa Kawasi. Di mana bukan tentang seberapa banyak bijih nikel yang ditambang atau seberapa besar kapasitas fasilitas pengolahannya. Namun ini tentang rumah.
Tentang tempat di mana warga menjalani kehidupan sehari-hari. Tentang bagaimana sebuah permukiman dibangun untuk menghadirkan standar hidup yang berbeda bagi masyarakat Desa Kawasi.
Di kawasan baru tersebut 259 unit rumah permanen berdiri. Permukiman tersebut dibangun di atas lahan seluas 103 ha dan menjadi bagian dari inisiatif pemerintah daerah yang mendapat dukungan Harita Nickel.
Ada empat tipe rumah tersedia, mulai dari tipe 36, 54, 72 hingga 108 meter persegi. Luas lahan bervariasi antara 360 hingga 442 meter persegi.