Harga BBM Pertalite Naik Imbas Lonjakan Minyak Dunia? Ini Kata Bahlil

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 11 September 2026 13:51 WIB
Harga BBM Pertalite Naik Imbas Lonjakan Minyak Dunia? Ini Kata Bahlil (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah buka suara soal harga BBM subsidi seperti Pertalite di tengah lonjakan harga minyak dunia. Saat ini harga minyak dunia naik dan kembali tembus USD108 per barel pada perdagangan Jumat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui, kenaikan harga minyak dunia tersebut memang berdampak terhadap kas negara. Sebab pemerintah harus menggelontorkan uang lebih besar untuk mengakomodir permintaan BBM subsidi. 

Meski demikian, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar menjaga daya beli masyarakat kelas bawah khususnya untuk kebutuhan energi, sehingga langkah pemerintah mengalokasikan APBN lebih besar untuk menahan harga BBM subsidi. 

"Ini sesuatu yang berat. Karena pasti penambahan subsidinya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting, sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (11/9/2026).

Bahlil mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait potensi menambahnya anggaran subsidi BBM di tengah lonjakan harga minyak dunia yang tengah terjadi.

 

Hingga saat ini, Pemerintah telah bersepakat untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi. BBM Pertalite akan tetap  Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi Rp6.800 per liter. 

"Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," tegas Bahlil. 

Meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan hingga USD108 per barel, Bahlil melihat Indonesia Crude Price (ICP) atau harga patokan minyak mentah Indonesia masih berada di level USD85-90 per barel, sehingga APBN dipandang masih cukup aman untuk menjaga harga BBM subsidi. 

"Tapi sekarang rata-rata ICP, sekalipun sekarang sudah menjadi 106 sampai 108 dolar per barel, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar 85 sampai 90 dolar. Jadi masih overall masih oke," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya