Komitmen Indonesia di KTT BRICS 2026, Ingin Pastikan Tak Ada Masyarakat Tertinggal

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 14 September 2026 09:10 WIB
Komitmen Indonesia di KTT BRICS 2026, Ingin Pastikan Tak Ada Masyarakat Tertinggal (Foto: Dokumentasi)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kemajuan dan inovasi teknologi global harus diarahkan secara inklusif untuk menyasar masyarakat yang paling membutuhkan. 

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa transformasi digital dan perkembangan teknologi tidak boleh memperlebar kesenjangan sosial-ekonomi, melainkan harus dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan manfaat pembangunan di negara-negara berkembang.

“Pembangunan yang tangguh harus inklusif. Kemajuan yang kita capai harus dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Teknologi dan inovasi perlu kita manfaatkan untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).

Airlangga menambahkan, Indonesia mendorong BRICS untuk mulai mengambil peran aktif dalam merumuskan arah agenda pembangunan global pasca-2030 menjelang batas akhir Sustainable Development Goals (SDGs).

Keterlibatan ini krusial untuk memastikan kebutuhan dan aspirasi negara berkembang terakomodasi dalam kerangka kebijakan internasional.

Pada sesi terbuka bertema “Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” yang melibatkan negara mitra dan organisasi internasional, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya koherensi antara kebijakan pembangunan berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, serta pengurangan risiko bencana.

 

Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa ketahanan merupakan pilar utama pembangunan. Dia mencontohkan pengalaman Indonesia, seperti dampak bencana alam di Aceh serta risiko kenaikan permukaan air laut (sea-level rise) yang mengancam kawasan pesisir negara kepulauan.

Menurut Presiden Prabowo, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengejar angka, tetapi harus mampu melindungi hasil-hasil pembangunan dari ancaman risiko masa depan. Inisiatif BRICS juga diharapkan menghasilkan kerja sama konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Melalui partisipasi pada KTT BRICS 2026, Indonesia menegaskan kembali komitmennya sebagai mitra aktif dalam mendorong kerja sama internasional yang tangguh, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan sesuai dengan fokus Keketuaan India 2026.

Dalam rangkaian kegiatan hari kedua tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sementara Menko Airlangga didampingi oleh Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya