Apa yang Akan Terjadi Jika Pasar Saham Indonesia Turun ke Standalone Market?

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 19 Oktober 2026 11:10 WIB
Apa yang akan terjadi jika Pasar Saham Indonesia turun ke Standalone Market? (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
Share :

“Penurunan status ini akan menghilangkan Indonesia dari portofolio investasi institusi internasional yang memiliki mandat spesifik hanya berinvestasi di kawasan pasar berkembang, sehingga potensi likuiditas asing yang masuk ke pasar modal kita akan menyusut secara drastis,” ujarnya kepada Okezone.com, Senin (19/10/2026).

Menurut Nafan, kondisi tersebut berisiko menekan harga saham berkapitalisasi besar (blue chip), melemahkan IHSG, serta memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam jangka pendek hingga menengah.

Selain mengurangi arus modal asing, status Standalone Market juga berpotensi meningkatkan persepsi risiko (risk premium) terhadap pasar modal Indonesia di mata investor global. Kondisi ini dapat terjadi apabila investor menilai pasar domestik belum memenuhi standar internasional terkait transparansi kepemilikan saham, porsi saham yang beredar di publik (free float), dan kepastian hukum.

“Hal ini dapat memicu penurunan nilai transaksi harian serta membuat investor aktif (active fund managers) mengambil sikap bertahan (wait and see) atau bahkan mengalihkan alokasi investasinya ke negara berkembang lain yang dinilai memiliki tata kelola (governance) lebih ramah dan efisien,” ujarnya.

Dampak lainnya, emiten domestik berpotensi menghadapi biaya modal (cost of capital) yang lebih tinggi ketika mencari pendanaan melalui pasar modal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya