- Pengamat pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pelemahan IHSG mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kredibilitas pasar modal.
- Secara teknikal, Hendra menyebut level 5.318 sebagai area dukungan (support) yang perlu dicermati. Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, IHSG berisiko melanjutkan koreksi.
- Hendra memperkirakan perubahan klasifikasi pasar dapat mendorong penyesuaian portofolio oleh dana pasif dan mengurangi eksposur investor aktif terhadap saham Indonesia.
- Ia juga menyebut estimasi potensi arus dana keluar sebesar US$2,2 miliar hingga US$13 miliar, atau sekitar Rp37 triliun hingga Rp234 triliun dengan asumsi kurs Rp17.000–Rp18.000 per dolar AS.
Hendra menegaskan angka tersebut bukan proyeksi resmi MSCI untuk skenario perubahan status menjadi Standalone Market. Besarnya arus dana keluar akan bergantung pada keputusan akhir MSCI dan respons pengelola investasi.
- BEI bersama OJK dan pemangku kepentingan menggelar konferensi pers pada Jumat (16/10/2026) untuk merespons perkembangan terkait usulan reklasifikasi MSCI.
- OJK menegaskan komitmen memperkuat penegakan hukum guna menjaga integritas pasar serta memastikan perdagangan berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.
- Didik mendesak otoritas memperkuat transparansi kepemilikan saham, mengaudit pengawasan internal, dan menyatukan data untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan yang ekstrem.
- Hendra menilai pembenahan perlu mencakup transparansi kepemilikan saham di atas 1%, klasifikasi investor, pengawasan transaksi tidak wajar, dan kepatuhan terhadap ketentuan minimum saham beredar untuk publik (free float).