Penjajakan investasi fasilitas komputasi berkapasitas besar ini dinilai menunjukkan kemajuan lewat kesepakatan awal dengan sejumlah pemodal teknologi dunia. Tingginya minat pasar terhadap ekspansi pusat data di tanah air bahkan diproyeksikan bakal menyerap seluruh alokasi lahan pengembangan dalam waktu dekat.
"Dua minggu lalu saya bertemu dengan perwakilan korporasi Silicon Valley di Bali dan kami berhasil menyepakati transaksi luar biasa yang akan direalisasikan di forum DTIIF nanti. Saat ini kami memiliki program pengembangan hingga sekitar 1 gigawatt hour, dan seluruh lahan yang disiapkan diyakini akan segera terisi penuh," ungkap Sigit.
Akselerasi pembangunan infrastruktur digital di lapangan tak dimungkiri kerap bersinggungan dengan resistensi lingkungan, sebagaimana polemik penyetopan sementara proyek pusat data di Jatiluhur, Jawa Barat, akibat persoalan pasokan air baku dan tata ruang agraria. Manajemen Danantara menekankan akan ada solusi teknis terukur agar pemenuhan kebutuhan sumber daya penunjang tidak mengorbankan daya dukung ekologis setempat.
"Isu pendukung seperti penggunaan air sebenarnya bukan berarti airnya habis terpakai karena ada sistem sirkulasinya, jadi kita tidak perlu berlarut-larut dalam polemik isu sosial karena semuanya pasti kita selesaikan. Fokus utama kita adalah mendorong efek pengganda ekonomi di Indonesia, dan di setiap proyek pembangunan tentu ada dinamika sosial yang solusinya akan kami hadirkan," kata Sigit.
(Dani Jumadil Akhir)