Kepecayaan (Trust) Harus Dijaga

Opini, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 10:47 WIB
Didik J Rachbini, Ekonom Senior (Foto: Okezone)
Share :

Ada masalah yang mendasar, yakni trust. Persoalan utama yang dihadapi Indonesia bukan sekadar masalah teknis, free float saham rendah, dan aksi jual  tetapi merupakan indikasi keraguan investor internasional terhadap integritas pasar, otoritas ekonomi dan pasar modal.  Mereka tidak percaya terhadap pembentukan harga yang terjadi, transparansi kepemilikan dianggap bermasalah dan juga tata kelola pasar modal serta ada dugaan pengawasan yang ditingkahi politik. Jika persoalan ini tidak diselesaikan, konsekuensinya biaya modal perusahaan dapat meningkat dan investor institusional dapat mengurangi eksposurnya. Akibatnya pasar modal menjadi lembaga ekonomi yang kurang bermanfaat dimana kemampuannya membiayai kegiatan ekonomi dan industri nasional anjlok dan melemah.

Hukum besi pasar tidak bisa diabaikan. Karena itu, otoritas keuangan dan pasar modal pasar modal harus berbenah diri sekaligus melakukan reformasi ke dalam. Pemerintah tidak bisa tidak harus melakukan audit dan transparansi OJK, BEI, dan KSEI perlu menyatukan data kepemilikan, mengidentifikasi konsentrasi ekstrem, menelaah indikasi transaksi terkoordinasi, serta menetapkan standar pengungkapan yang dapat diuji.  Dengan demikian, pasar bisa dikoreksi dengan bukti kepatuhan dan tindakan pengawasan yang terukur, disertai perlindungan hak investor dan prosedur hukum yang adil.  Ketika masuk ke dalam sistem modern global harga yang terbentuk di pasar merupakan harus refleksi dari sistem yang dipercaya.  Kredibilitas harus dipulihkan dengan menguji perbaikan likuiditas, konsentrasi kepemilikan yang transparan, serta membangun persepsi investor internasional yang baik melalui evaluasi independen.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya