JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang tidak gentar menghadapi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai dapat memberikan sentimen positif terbatas bagi pasar saham.
Namun, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara berkelanjutan tetap bergantung pada langkah konkret pemerintah dalam membenahi transparansi dan tata kelola pasar modal.
Menurut Senior Investment Information Mirae Asset, M. Nafan Aji Gusta Utama, pernyataan Prabowo dapat memberikan dampak psikologis positif bagi investor apabila diikuti komitmen nyata untuk mempercepat reformasi pasar modal dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
“Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak gentar menghadapi ancaman MSCI dapat memberikan sentimen positif secara terbatas dari sisi psikologis, terutama apabila dimaknai sebagai komitmen pemerintah untuk mempercepat reformasi pasar modal dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional,” kata Nafan kepada Okezone.com, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, Nafan menilai pernyataan tersebut belum cukup menjadi katalis bagi penguatan IHSG dalam jangka panjang. Investor masih menaruh perhatian pada persoalan transparansi kepemilikan saham, akurasi data saham beredar bebas (free float), serta kredibilitas dan aksesibilitas pasar modal Indonesia.
Nafan mengingatkan pemerintah perlu menindaklanjuti pernyataan tersebut dengan langkah nyata. Tanpa perbaikan yang terukur, pasar berisiko menilai sikap pemerintah sebagai respons defensif yang belum menjawab kekhawatiran investor global.
Menurut dia, pemulihan kepercayaan investor membutuhkan konsistensi dalam penegakan hukum, keterbukaan struktur kepemilikan saham, peningkatan free float, serta pemberantasan manipulasi perdagangan.
“Namun, bagi investor, pernyataan tersebut belum cukup menjadi katalis penguatan IHSG secara berkelanjutan karena persoalan utama yang menjadi perhatian MSCI berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham, akurasi data free float, serta kredibilitas dan aksesibilitas pasar,” ujarnya.
Di sisi lain, perkembangan evaluasi MSCI terhadap pasar saham Indonesia masih menjadi perhatian pelaku pasar. Berdasarkan keterangan dalam materi yang disampaikan, MSCI mempertahankan pembekuan perubahan tertentu pada indeks saham Indonesia dan membuka periode konsultasi hingga 30 April 2027, dengan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027.
Nafan menilai pemerintah dan otoritas pasar modal perlu memanfaatkan periode tersebut untuk menunjukkan kemajuan reformasi secara konkret. Perbaikan transparansi, kualitas data, dan tata kelola pasar menjadi faktor penting untuk menjawab kekhawatiran investor global.
Dengan demikian, pernyataan Prabowo dapat menjadi sinyal dukungan pemerintah terhadap pasar modal nasional. Namun, keberlanjutan sentimen positif terhadap IHSG akan bergantung pada implementasi kebijakan dan kemampuan otoritas dalam memperkuat kepercayaan investor.
(Feby Novalius)