“Namun, bagi investor, pernyataan tersebut belum cukup menjadi katalis penguatan IHSG secara berkelanjutan karena persoalan utama yang menjadi perhatian MSCI berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham, akurasi data free float, serta kredibilitas dan aksesibilitas pasar,” ujarnya.
Di sisi lain, perkembangan evaluasi MSCI terhadap pasar saham Indonesia masih menjadi perhatian pelaku pasar. Berdasarkan keterangan dalam materi yang disampaikan, MSCI mempertahankan pembekuan perubahan tertentu pada indeks saham Indonesia dan membuka periode konsultasi hingga 30 April 2027, dengan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027.
Nafan menilai pemerintah dan otoritas pasar modal perlu memanfaatkan periode tersebut untuk menunjukkan kemajuan reformasi secara konkret. Perbaikan transparansi, kualitas data, dan tata kelola pasar menjadi faktor penting untuk menjawab kekhawatiran investor global.
Dengan demikian, pernyataan Prabowo dapat menjadi sinyal dukungan pemerintah terhadap pasar modal nasional. Namun, keberlanjutan sentimen positif terhadap IHSG akan bergantung pada implementasi kebijakan dan kemampuan otoritas dalam memperkuat kepercayaan investor.
(Feby Novalius)