Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Isu MSCI Bikin Rupiah Tertekan 2 Hari, Ini Langkah BI

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |15:18 WIB
Isu MSCI Bikin Rupiah Tertekan 2 Hari, Ini Langkah BI
Bank Indonesia (BI) mencermati dinamika pasar saham domestik setelah mencuatnya usulan penyesuaian klasifikasi Indonesia oleh MSCI. (Foto: Okezone.com/BI)
A
A
A

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencermati dinamika pasar saham domestik setelah mencuatnya usulan penyesuaian klasifikasi Indonesia oleh penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). BI menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dalam batas wajar, meskipun arus modal keluar (outflow) sempat meningkat.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, isu MSCI sempat menekan nilai tukar rupiah selama dua hari berturut-turut. Namun, tekanan tersebut juga dipengaruhi kondisi pasar keuangan regional yang tengah bergejolak.

“Jadi, kita tahu memang apa yang terjadi di MSCI tentu menjadi perhatian kita juga. Kami juga melakukan asesmen dan memang sempat dua hari rupiah mengalami tekanan pada saat itu. Tapi, kami masih melihat bahwa tekanannya masih relatif dalam batas yang cukup normal karena pada saat yang bersamaan kondisi regional juga sedang kurang baik,” kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Oktober 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Destry menegaskan, BI terus memantau perkembangan pasar modal domestik, termasuk arus modal keluar setelah munculnya isu MSCI. Bank sentral juga membahas langkah-langkah untuk merespons dinamika tersebut.

“Kami terus mewaspadai apa yang terjadi di pasar modal kita. Tentunya, kami memantau outflow yang terjadi setelah isu MSCI. Selama dua hari terakhir, kami juga berdiskusi secara intensif mengenai cara menyikapi kondisi ini,” ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement