Bank Mandiri Buyback 91,75 Juta Saham, Setoran Dividen 2026 Rp50,6 Triliun 

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 22 Oktober 2026 17:04 WIB
Bank Mandiri Buyback 91,75 Juta Saham, Setoran Dividen 2026 Rp50,6 Triliun (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) merealisasikan komitmen imbal hasil bagi para pemegang saham melalui pengucuran dividen jumbo serta program pembelian kembali (buyback) saham sepanjang tahun 2026. Sepanjang kalender 2026, total nilai dividen yang dialokasikan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp50,63 triliun.

Jumlah tersebut mencakup dividen tahun buku 2025 senilai Rp44,47 triliun serta dividen interim tahun buku 2026 yang dikucurkan sebesar Rp6,16 triliun.

Selain dividen, perseroan telah merampungkan buyback sebanyak 91,75 juta saham. Saham hasil buyback tersebut kemudian dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan pada 24–29 Juni 2026 sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna meningkatkan produktivitas serta rasa memiliki pegawai.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini menjelaskan bahwa eksekusi dividen interim menjadi wujud apresiasi atas kepercayaan investor sekaligus bukti kuatnya kemampuan pencetakan laba perseroan.

“Kami ingin pemegang saham dapat menikmati hasil kinerja Bank Mandiri lebih awal melalui dividen interim. Besarannya tetap memperhatikan kebutuhan modal untuk ekspansi dan mengantisipasi risiko, sehingga Bank Mandiri dapat terus mengembangkan bisnis dan menghasilkan laba yang mendukung imbal hasil berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Realisasi dividen dan buyback ini berjalan selaras dengan pertumbuhan kinerja operasional perseroan. Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only menembus Rp1.592 triliun, atau tumbuh 17,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

 

Kinerja penyaluran kredit tersebut diimbangi oleh perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.687 triliun, melesat 17,6 persen YoY dan melampaui laju pertumbuhan DPK industri nasional yang sebesar 13,7 persen.

Kualitas aset perseroan juga terjaga di level yang aman, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross sebesar 1,00 persen dengan NPL coverage ratio berada di posisi 240,6 persen.

Adapun laba bersih bank only Bank Mandiri hingga Agustus 2026 tercatat sebesar Rp37,5 triliun, atau melonjak 22,3 persen YoY.

Dengan demikian, ke depan Bank Mandiri akan terus menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil dan penguatan kapasitas bisnis melalui pengelolaan modal yang prudent.

Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan kinerja diharapkan terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya