Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Terpukul Pelemahan Bursa Asia

Rani Hardjanti , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2009 |16:05 WIB
IHSG Terpukul Pelemahan Bursa Asia
Foto : Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak mampu menahan tekanan bursa global yang dimotori oleh kejatuhan indeks Shanghai.

Sejak awal perdagangan Senin (31/8/2009) IHSG sudah terkoreksi tajam. Hingga akhirnya indeks saham ditutup melemah 35,7 poin atau 1,5 persen ke posisi 2.341,54. Pelaku pasar lebih melakukan aksi cari aman melihat badai koreksi di kawasan Asia.

Koreksi terparah terjadi pada indeks Shanghai yang melemah 192,94 poin atau 6,74 persen ke posisi 2.667,75. Pelaku pasar setempat melakukan aksi jual besar-besaran sebagai bentuk risk aversion. Pelemahan indeks kemudian disusul oleh Hang Seng yang turun 374,43 poin atau 1,86 persen ke posisi 19.724,19.

Konsolidasi indeks pada Agustus kali ini lebih panjang dibanding yang terjadi pada Juni lalu. Pasca-rally panjang tersebut, kini IHSG menunjukkan sinyal down reversal. Tekanan technical correction IHSG lebih kuat. Namun hal itu tetap menunggu konfirmasi dari indikator lainnya, antara lain adalah data inflasi Agustus 2009.

Di lantai bursa, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik turun 5,25 poin ke posisi 380,65 dan indeks LQ45 6,95 poin ke posisi 456,27.

Volume perdagangan terpantau 4,79 miliar lembar saham senilai Rp3,465 triliun. Saham-saham yang ditutup menguat sebanyak 39    jenis saham, melemah 177 jenis saham, dan 44 jenis saham stagnan.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp1.700 ke posisi Rp10.250, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) naik Rp750 ke posisi Rp3.750, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp300 ke posisi Rp24.400.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, PT Merck Tbk (MERK) turun Rp2.000 ke posisi Rp60.000, PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) turun Rp300 ke posisi Rp7.800, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp250 ke posisi Rp7.600.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement