JAKARTA - PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) berencana membangun smelter pig iron dengan nilai investasi sebesar USD100 juta hingga USD150 juta. Smelter tersebut rencananya akan mulai dibangun pada Januari 2014.
Direktur CKRA Argo Trinandityo menjelaskan bahwa rencana pembangunan smelter tersebut telah masuk tahap studi, namun menurutnya masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan.
“Saat ini kita juga melakukan penjajakan, dari mulai suplai dan juga ketersediaan power-nya di sana, kita memang masih ada kendala di lokasi karena biji besi ini tidak sama seperti komoditas lain,” ujarnya, di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Senin (8/4/2013).
Lebih lanjut, menurutnya bila rencana ini tidak tercapai maka perseroan memiliki alternatif atau jalan lain seperti menjual ke pasar domestik. Rencananya, smelter ini akan mengolah seluruh bahan material menjadi 95 persen iron.
“Kalau memang waktu tidak mencukupi maka kami akan menempuh langkah yang lebih strategis, yaitu dengan menjual ke pasar domestik,” imbuhnya.
Argo menambahkan, selama ini China dan Jepang masih dominan untuk pasar global. "Hingga saat ini investor yang approach ke kita dari investor China," kata dia.
Sebagai informasi, PIT saat ini melakukan 100 persen penjualan ke pasar internasional, khususnya ke China. Hingga Mei tahun lalu, PIT telah berhasil melakukan penjualan hingga 83 ribu ton biji besi dan menyisakan 30 ribu biji besi.
Pada tiga bulan pertama produksi di 2013, PIT telah melakukan produksi mencapai 90 ribu ton biji besi, dan memasuki April perseroan sudah melakukan perpanjangan kuota.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.