Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Stasiun MRT Itu Area Potensial"

Meutia Febrina Anugrah , Jurnalis-Rabu, 22 Januari 2014 |15:03 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Berbicara mengenai industri ritel di Indonesia seakan tidak ada habisnya. Sektor yang satu ini tumbuh subur di Indonesia. Ditopang dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, dan jumlah penduduk mudanya yang banyak. Hal inilah yang melatarbelakangi suburnya ritel di Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Associate Director of Research, Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam acara Philips di Southeast Asia Retail Expansion Summit 2014, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (22/1/2014).

"Tren ritel 2014 adalah bergerak pada lifestyle. Tidak hanya di Jakarta, penduduk daerah pun butuh lifestyle. Ini semua akibat perkembangan teknologi. Bisa dikatakan lifestyle menjadi maindriver pertumbuhan sektor ritel,"jelasnya.

Selain itu, lanjut Ferry, service cost untuk ritel diprediksi akan mengalami kenaikan 10-20 persen tahun ini.  Ini diakibatkan oleh kenaikan UMR (upah minum regional) dan tarif dasar listrik (TDL). Dari segi tenan, tambah Ferry, akan cenderung memilih free standing building, di luar mal.

Karena memiliki beberapa kelebihan seperti parkir yang luas, income besar, jam buka toko lebih lama. Tidak hanya itu, Ferry memprediksi kalau ritel di rest area juga termasuk menjanjikan. Terakhir, menurut Ferry pembangunan MRT (mass rapid transit) juga diprediksi mempengaruhi pertumbuhan sektor ritel.

"Stasiun MRT itu potensial area. Karena yang belanja adalah reguler shopper," tutupnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement