Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JIExpo Pertahankan Komposisi 40% UKM

Danang Sugianto , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2015 |16:13 WIB
JIExpo Pertahankan Komposisi 40% UKM
JIExpo Pertahankan Komposisi 40% UKM (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Jakarta International Expo (JIExpo) sebagai penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran (JFK) setiap tahunnya memberikan porsi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) sebanyak 40 persen dari total peserta.

Direkur Marketing PT. JIExpo Ralph Scheunemann menjelaskan, komposisi 60 perusahan besar swasta dan 40 persen UKM merupakan racikan komposisi yang paling pas. Menurutnya jika porsi tersebut dibalik, maka JFK tidak akan berjalan mulus.

"Kalau dibalik UKM-nya 60 persen JFK tidak bisa berjalan mulus. Karena daya tariknya kurang. Dengan hadirnya perusahaan-perusahaan besar swasta pengunjungnya terbukti banyak. Nah dengan banyaknya pengunjung UKM juga ikut terkena dampaknya, mereka untung juga," ujar Ralph kepada Okezone pada pameran JFK 2015, di Kemayoran, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Ralph menuturkan, kontribusi dari stand UKM terhadap nilai total transaksi selama JFK berlangsung memang tidak begitu besar. Menurut catatannya, yang menyumbang nilai transaksi yang paling besar adalah sektor otomotif.

"Sebenarnya itu bisa diketahui nanti di akhir pameran. Tapi kalau dilihat dari tahun lalu, mungkin UKM menyumbang 10 persen dari total nilai transaksi," imbuhnya.

Kendati demikian pihaknya akan tetap memberikan ruang kepada pengusaha UKM yang ingin meraup pundi-pundi keuntungan di JFK. Namun dengan komposi atau porsi yang pas.

"Kami akan terus siapkan tempat untuk mereka. Asal pengaturan komposisinya harus pas. Kalau pincang tidak akan jalan. Inikan bukan pameran UKM, dan kemarin Pak Gubernur juga bilang ini hanya namanya saja Jakarta Fair. Tapi ini sudah taraf nasional, sudah milik masyarakat Indonesia secara luas juga," pungkasnya. (fsl)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement