"Perseroan sekarang sedang menjajaki penjualan seragam militer ke Kamboja sebanyak 100 ribu pasang, baju dan celana. Kalau nilainya belum ditentukan, karena masih penjajakan dengan pihak di sana, " ujar Presiden Direktur Sri Rejeki Isman Iwan Setiawan di Jakarta, Senin (29/6/2015).
Kendati demikian, pihaknya masih terus melakukan perundingan dengan pihak negara Kamboja. Perseroan berharap proses kesepakatan bakal secepatnya selesai.
"Perseroan tidak dapat memastikan penjualan seragam militer Kamboja dapat dilaksanakan tahun ini atau tahun depan. Tetapi, berharap proses kesepakatan akan rampung dengan cepat," imbuhnya.
Di sisi lain, Sritex juga telah memenangkan tander dalam pembuatan seragam militer Kosovo. Namun, pihaknya tidak dapat menjelaskan secara detail mengenai penjualan produk tersebut.
"Saya lupa, tapi ada datanya," tandasnya.
Sekedar informasi, Sritex merupakan perusahaan tekstil asal Sukoharjo, Jawa Tengah dan dipercaya memasok seragam militer ke 30 negara di dunia, di antaranya Amerika, Rusia, Jerman, Inggris, Australia, Swedia, Belanda, Indonesia, Norwegia, Kuwai dan lain-lainnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.