Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

40 Tahun Papua Cuma Jadi Penonton Aksi Keruk Emas Freeport

Hendra Kusuma , Jurnalis-Minggu, 25 Oktober 2015 |17:01 WIB
  40 Tahun Papua Cuma Jadi Penonton Aksi Keruk Emas Freeport
(Foto: Ant)
A
A
A

Charles melanjutkan, 30 persen masyarakat Papua yang bekerja di Freeport Indonesia juga merupakan desakan pemerintah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar wilayah kerja pertambangan Freeport Indonesia.

Selain itu, kata Charles, sulit berkembangannya wilayah Papua dan tidak meningkatnya kesejahteraan masyarakat Papua dari awal Freeport Indonesia berdiri, lantaran tidak adanya sumbangsih Freeport Indonesia kepada pemerintah daerah Papua sendiri.

"Kami melihat disampaikan 35 persen pajak badan di setorkan ke pemerintah Indonesia bukan ke Papua, karena kantor Freeport bukan di Papua tapi di Jakarta, makanya kami minta kantornya pindah ke Timika agar pajak badan itu masuk untuk membangun daerah," tambahnya.

Dengan demikian, Charles menilai, pemerintah Indonesia telah tersandera oleh izin atau kontrak Freeport Indonesia. Terlebih lagi, akses orang lain untuk masuk wilayah pertambangan Freeport di Papua pun sangat terbatas.

"Seperti kejadian kecelakaan 20 karyawan yang tertimbun longsor tidak ada aparat kita yang bisa menyelidiki, ini ada apa, ini kan wilayah NKRI, mestinya harus diusut tuntas, sampai meninggal begitu banyak kok tidak bisa masuk," tandasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement