Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HOT SHOT: 3 Kuot Sergey Brin si Pendiri Google

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 17 April 2016 |11:18 WIB
HOT SHOT: 3 Kuot Sergey Brin si Pendiri Google
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Google telah bertransformasi menjadi Alphabet. Kini, perusahaan ini telah menjadi lebih dari sekadar mesin pencari (search engine) untuk berselancar di internet.

Kesuksesan Google ini tak lepas dari peran Cofounder dan CEO Alphabet Larry Page dan Sergey Brin yang menjabat presiden Alphabet. Larry Page menempati peringkat tiga dalam daftar bos perusahaan IT paling sukses, dan Sergey Brin menempati peringkat lima.

Bersama dengan sesama pendiri Larry Page, Sergey Brin membantu mengatur restrukturisasi besar-besaran Google. Langkah ini membuat Google akan bernaung di bawah perusahaan induk baru yang disebut Alphabet.

Perusahaan induk itu akan dijalankan oleh Brin sebagai Presiden dan Larry Page sebagai CEO. Semua usaha Google lainnya, seperti Nest dan Google X, menjadi entitas terpisah di bawah payung Alphabet. Konglomerat teknologi ini berhasil menghasilkan penjualan USD66 miliar pada 2014.

Menilik ke belakang, Brin yang hijrah dari Moskow ke AS terhubung dengan Larry Page pada 1995 di Stanford, saat kuliah. Mereka mendirikan Google tiga tahun kemudian.

Google telah mendominasi pasar dunia. Bahkan, perusahaan perusahaan tersebut telah memperoleh lebih dari USD66 miliar penjualan.Perusahaan itu, juga bereksperimen dengan segala macam proyek futuristik seperti Google Glass. Kekayaan Page dan Brin saat ini masing-masing senilai hampir USD30 miliar.

Pada Maret 2016, Forbes merilis 45 miliarder yang berhasil sukses di Amerika namun bukan warga negara Amerika. Mereka berasal dari 27 negara dan berhasil mengubah nasib mereka di Amerika.

Sebagian besar dari miliarder ini berasal dari Israel dan India, lalu diikuti oleh China. 45 imigran kaya di Amerika ini dipimpin oleh pria kelahiran Rusia Sergey Brin dengan kekayaan bersih USD34,4 miliar. (kmj)

Dalam menjalani bisnis, dia memiliki tiga kalimat sakti yang banyak menjadi inspirasi. Berikut ini rinciannya seperti dikutip successstory.com

1. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan

You always hear the phrase, money doesn’t buy you happiness. But I always in the back of my mind figured a lot of money will buy you a little bit of happiness. But it’s not really true"

2. Tidak terlena dan terus mengembangkan inovasi

"When it’s too easy to get money, then you get a lot of noise mixed in with the real innovation and entrepreneurship. Tough times bring out the best parts of Silicon Valley"

3. Optimistis bisa membangun mesin pencari yang lebih baik.

We believed we could build a better search. We had a simple idea that not all pages are created equal. Some are more important" (kmj)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement