Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Cara Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja

Agregasi Qerja.com , Jurnalis-Rabu, 28 September 2016 |12:14 WIB
Begini Cara Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja
Stres di tempat kerja (Foto: Universitypost)
A
A
A

SUASANA kantor yang baik akan mendukung kenyamanan kerja. Sementara lingkungan kantor yang tidak stabil boleh jadi berdampak buruk pada kinerja seseorang. Salah satu hal yang dapat menganggu kerja pegawai di kantor adalah tindakan pelecehan yang dilakukan atasan kepada bawahan atau di antara sesama rekan kerja.

Perusahaan bisa ikut campur dalam menyelesaikan masalah pada hubungan sosial antarpegawai. Divisi sumber daya manusia harus bisa mengatasi isu sosial di antara para pekerja dan menciptakan suasana yang nyaman di kantor. Jadi, jika mengalami tindakan pelecehan, Anda selalu punya tempat untuk mengadu. Begini cara mengatasi kejadian pelecehan di tempat kerja seperti dikutip dari businessnewsdaily.com.

Apa itu pelecehan seksual

Pelecehan seksual di tempat kerja adalah segala tindakan seksual yang tidak diinginkan. Beberapa aksi pelecehan seksual di kantor misalnya permintaan langsung untuk melakukan perbuatan seksual. Selain itu, tindakan lisan atau fisik atau isyarat bersifat seksual juga bisa dikategorikan sebaai pelecehan. Aksi ini akan membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan dan terintimidasi.

Banyak korban pelecehan seksual berjenis kelamin perempuan. Namun, bukan berarti laki-laki luput dari tindakan pelecehan yang dilakukan orang lain di lingkungan kerja.

Identifikasi kejadian pelecehan

Pelecehan di tempat kerja dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Anda bisa saja menjadi korban serangan fisik yang berakibat luka di badan. Kekerasan ini mudah diidentifikasi karena buktinya jelas terlihat. Namun, terkadang ada pula pelecehan non-fisik yang menyakiti korban secara emosional. Misalnya berupa lelucon yang menyerang, julukan nama yang buruk, intimidasi, ejekan, hinaan, gambar yang menyinggung dan gangguan kerja lainnya.

Ironisnya, seringkali pelecehan non-fisik dianggap sebagai kejadian biasa. Pegawai yang menjadi korban mungkin berusaha membenarkan bullying sebagai “latihan mental” dan berusaha mengabaikannya. Ada pula pegawai yang mengalami pelecehan seksual, lalu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan menghindari orang yang melakukan tindakan tidak menyenangkan tersebut. Mereka tidak mau angkat bicara karena masalah ini dianggap kecil dibandingkan tugas kantor lainnya.

Padahal, korban pelecehan pasti merasa terluka. Rasa sakit yang terus bertumpuk bisa menyebabkan stress, gangguan pada pekerjaan yang pada akhirnya mengganggu karier. Maka, Anda harus mengenali setiap bentuk pelecehan yang terjadi agar bisa melakukan tindakan yang tepat.

Pelecehan di dunia maya

Banyak orang lebih berani menunjukkan diri di dunia maya. Mereka bisa lebih vokal dalam mengungkapkan pendapat, lebih bebas mengeluarkan kata-kata kasar dan menyakiti orang lain. Pelecehan di dunia maya bisa dalam bentuk pernyataan kebencian melalui email, pesan singkat, cuitan di twitter atau media sosial lainnya. Bentuk pelecehan mulai dari ejekan terhadap nama seseorang hingga ancaman.

Jika Anda mengalami pelecehan di dunia maya, segera buat dokmentasi: ambil gambar dengan screenshot lalu simpan email di komputer pribadi. Anda bisa mengajukan data tersebut sebagai barang bukti saat melaporkan pelecehan.

Bullying

Biasanya kita mendengar kasus bullying pada anak muda dan remaja di ligkungan sekolah. Namun, bullying bisa juga dilakukan orang dewasa di tempat kerja. Hal ini menunjukkan bahwa usia yang bertambah tidak selalu membuat pikiran seseorang menjadi lebih matang. Orang dewasa bisa juga melakukan tindakan kekanak-kanakan.

Lembaga Workplace Bullying Institute mendifinisikan bullying sebagai sebuah kampanye sistematis penghancuran interpesonal seseorang. Dampak bullying bisa yang membahayakan kesehatan dan karier seseorang. Bentuk kekerasan non-fisik seperti kekerasan verbal, gosip dan berbagai perlakuan yang melukai secara emosional. Indikasi masalah kesehatan akibat bullying adalah stres.

Kekerasan fisik

Ketika pelecehan verbal sudah semakin mengganggu, bisa jadi korban akan melawan. Apabila pelaku dan korban berhadapan, bukan tidak mungkin terjadi gesekan berupa kekerasan fisik. Bukti kekerasan fisik bisa tampak dengan adanya luka kecil mulai dari memar hingga goresan di badan. Tindakan ini sudah jelas melanggar hukum. Anda harus segera melaporkan ke pihak berwajib seperti penjaga keamanan kantor, manajemen perusahaan atau bahkan kepolisian.

Laporkan segala bentuk pelecehan

Jika menjadi korban pelecehan, Anda harus segera melakukan tindakan. Pada kasus pelecehan seperti ejekan atau hinaan, Anda bisa bicara dengan orang yang melakukan tindakan tidak menyenangkan. Ungkapkan bahwa perlakuannya mengganggu Anda.

Apabila masalah tidak selesai dengan satu kali pembicaraan, maka Anda bisa langsung melaporkannya kepada divisi sumber daya manusia. Hal ini juga berlaku jika tindakan pelecehan melibatkan kekerasan fisik. Departemen sumber daya manusia akan membantu Anda sebab mereka memang ada untuk melindungi pegawai dan menjamin kenyamanan kerja. Semakin cepat Anda melapor, semakin cepat masalah selesai.

Anda butuh segenap keberanian untuk melakukan tindakan mengatasi pelecehan di kantor. Banyak hal yang akan menghambat “langkah pertama” Anda untuk menyelesaikan isu ini. Hambatan pertama datang dari disi sendiri. Anda merasa takut akan masalah lebih besar yang timbul akibat dari pelaporan. Misalnya Anda akan dituduh sebagai seorang pengadu. Namun, Anda tidak boleh gentar. Segera adukan segala bentuk pelecehan di tempat kerja agar suasana di kantor lebih nyaman untuk Anda dan semua pegawai.

(Tuty Ocktaviany)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement